Theory Is Fun...!!!

Coba tanya ke anak – anak dan remaja yang belajar musik, berapa persen dari mereka ikut kelas teori musik karena betul – betul mau alias bukan karena diwajibkan dan tanpa “paksaan” ? Sebagian besar orang tua mengirim anaknya belajar musik untuk menyalurkan hobi sang anak dan ingin anak mereka bisa main musik dengan baik. Sudah, itu aja. Ya kalau zaman sekarang sih memang sudah semakin lebih banyak orang tua memiliki kesadaran tentang peran musik sebagai salah satu media pendidikan yang lengkap dan efektif, karena di dalamnya terkandung perpaduan unsur kreatifitas dan matematika, sehingga seorang anak dapat berkembang secara holistic baik kecerdasan otak maupun kecerdasan emosional.

Kalau kamu terlihat keren (terlihat lho ya, belum tentu keren beneran) karena bisa main Etude –nya Chopin yang virtuoso itu tapi temponya berantakan, ritmik-nya ngaco, pedal-nya keruh, gak balance antara mana note yang harus terdengar jelas sama yang tidak, bisa jadi faktor penyebabnya adalah karena kamu kurang latihan, kemampuan tekhnismu belum sampai tingkat kesulitan lagu tersebut, atau karena kamu gak ngerti apa yang kamu mainkan… Kalau penyebabnya alasan terakhir, bisa terjadi karena pengetahuan teori musikmu yang terlalu minim.

Saya pernah nonton video pembicaraan salah satu musisi muda (kebetulan dari aliran jazz) yang sekarang lagi ngetop. Di video itu dia bilang pendidikan tinggi itu gak penting kalau kamu punya bakat (musik) yang luar biasa dari Tuhan. Pertanyaannya adalah: bagaimana caranya kamu mengembangkan bakat (musik) yang luar biasa itu tanpa dibekali ilmu dan pengetahuan yang cukup? Bahkan improvisasi dalam musik jazz-pun ada ilmunya!

Seberapa sadarkah kita kalau teori musik itu “kendaraan” bagi seorang musisi untuk dapat membaca, menulis, dan menganalisa musik? Kalau kamu gak bisa membaca, menulis, dan menganalisa musik, seberapa besar pemahamanmu terhadap musik yang kamu mainkan? Gak heran kalau ada pianist yang permainannya kelihatan keren tapi sebenarnya gak, atau ada penyanyi – penyanyi di TV yang improvisasinya gak nyambung sama chord lagu.

Teori musik adalah bahasa yang menjelaskan elemen – elemen dalam musik, dan bagaimana elemen – elemen tersebut disusun sehingga dapat dinikmati, dirasakan, serta bermanfaat bagi kehidupan. Tapi karena main piano jauh lebih menarik dari pada duduk manis sambil belajar gambar note (terutama untuk anak – anak), gak heran kalau kelas teori bukan kelas favorit bagi sebagian besar anak yang belajar musik. Itulah PR saya sejak 2 tahun lalu hingga hari ini.

Merubah kemasan kelas jadi lebih dinamis, komunikatif, dan menyenangkan sudah pasti pekerjaan besar bagi saya dan rekan – rekan guru di jurusan teori. Selain itu bikin sesuatu yang menggebrak dan keluar dari rutinitas adalah hal yang wajib dilakukan. Perubahan itu dimulai dari hal sederhana bernama Theory Fun Days yang rutin dilakukan di kelas setiap bulan, hingga project yang terus berkembang bernama TIF (Theory Is Fun!!!) Competition. Yap, kompetisi teori musik!

Pertanyaan selanjutnya adalah: nama kompetisinya sudah kontroversial buat anak – anak yang menganggap teori musik sama sekali GAK fun, jadi format kompetisinya akan dibuat seperti apa?

Kita coba untuk menggabungkan format test tertulis, cerdas cermat, permainan, dan pertunjukan musik. Hasilnya peserta TIF Competition tahun ini melalui tahap penyisihan berupa test tertulis dan babak final dengan format cepat tepat (kita menamakannya AB session), trivia, cerdas cermat, dan amazing race! Yap, para finalist harus mengakhiri perjuangan mereka di babak final dengan berlari – lari keliling Mall of Indonesia untuk menyelesaikan misi teori di 4 pos yang ada. Jenis pertanyaan yang keluar pun disusun sedemikian rupa, mulai dari yang jawabannya ada di buku teori, sampai yang jawabannya ada di internet atau TV.

Saat ini mungkin lebih dari 200 anak yang dalam 3 tahun terakhir telah menjadi peserta TIF Competition belum sepenuhnya mengerti dan merasakan manfaat menguasai teori musik. Namun satu hari nanti, mereka pasti akan bersyukur karena gak cuman kelihatannya aja jago main musik, tetapi betul – betul memahami musik yang mereka mainkan.

Daftar Isi

CIOA Official Website


Kontak Kami

SMC Kantor Pusat


Kelapa Gading Square, Rukan French Walk, Blok K, No. 18-21, Mall of Indonesia, Jakarta Utara, 14240


Telp. (021) 4586 7189,
Fax. (021) 4586 7190